Berita Politik -
Pihak Istana merespons pernyataan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, yang menyebutkan hadirnya Presiden Joko Widodo di Papua adalah hal yang percuma.
Staf Spesial Presiden Bagian Komunikasi Johan Budi Saptopribowo menyatakan, tak benar bila kunjungan Presiden ke Papua sampai kini tak berguna untuk rakyat Papua sendiri.
" Ada perkembangan yang penting yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla pada orang-orang di Papua, " tutur Johan lewat pesan singkat pada Kompas. com, Selasa (18/10/2016).
Misalnya adalah pembangunan infrastruktur yang telah diawali. Ada juga program menghimpit harga di Papua lewat cara membuat lancar arus distribusi barang di Papua.
" Ini dapat menghimpit harga keperluan pokok dengan cara penting, " tutur Johan.
Johan juga menyatakan kalau Presiden Jokowi begitu perduli pada rakyat Papua, sama dengan kepedulian Jokowi pada rakyat miskin di Indonesia biasanya.
Walau sekian, Johan meyakinkan kalau pernyataan Natalius Pigai itu jadi input serta kritik supaya kemampuan Presiden Jokowi ke depan berkaitan pembangunan di Papua tambah baik lagi.
" Komentar itu pasti dikira sebagai input serta kritik untuk lebih mengarahkan arah pembangunan Papua sekalian lebih tingkatkan kepedulian Presiden pada Papua, " tutur Johan.
Terlebih dulu, Natalius mengkritik kehadiran Jokowi di Papua sejumlah empat kali sepanjang dua th. kepemimpinannya.
Menurutnya, kunjungan itu tak membawa efek apapun untuk warga Papua. (Baca : Natalius Pigai : Kunjungan Jokowi ke Papua Tidak Berguna, Cuma Butuhkan APBD)
" Semuanya kunjungan Presiden Jokowi berkesan tak berikan faedah serta akhirnya hingga selama ini belum pernah ada kebijakan yang dirasa dengan cara segera oleh rakyat Papua, " tutur Natalius dalam info tercatat, Senin (17/10/2016).
Presiden Jokowi, kata Natalius, malah jadi sumber permasalahan di Papua lantaran dikira tak mempunyai kompetensi sosial untuk bangun keyakinan, juga kompetensi manajemen pertahanan serta keamanan disana.
Jokowi kembali berkunjung ke Papua. Dalam kunjungan itu, Presiden resmikan enam proyek listrik Papua serta Papua Barat.
Jokowi mengharapkan dengan infrastruktur listrik yang selalu jadi tambah, semuanya keperluan listrik Propinsi Papua serta Papua Barat dapat usai pada 2019.
" Saya berikan, saya tidak ingin 2020, saya minta 2019 semua kecamatan telah jelas semuanya. Saat lama sekali, " kata Jokowi yang segera disambut tepuk tangan warga.
Jokowi juga menyinggung harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua yang selangit. Ia lihat ada ketidakadilan untuk orang-orang Papua. Sebab, di beberapa daerah terpencil di Papua, harga BBM dapat meraih Rp 100. 000 per liter.
Walau sebenarnya, di daerah lain, harga BBM type premium tak meraih Rp 7. 000 per liter.
Presiden memberikan instruksi Dirut Pertamina Dwi Soetjipto mencari jalan keluar supaya harga BBM di Papua dapat sama juga dengan daerah lain.
Berita Nyap Nyap